Tuesday, June 25, 2024

Indonesia Off-road Expedition 2023 Dimulai, dari Pagar Alam ke Kalianda

Indonesia Off-road eXpedition 2023 resmi dihelat. Kali ini ada 18 debutan yang meramaikan ajang tersebut.

Pagar Alam, Lampung dipilih sebagai venue event yang biasa disebut IOX tersebut pada 7-10 Mei 2023. Sebanyak 73 kendaraan off road yang terdiri dari 54 kendaraan peserta, 13 kendaraan service car, dan 6 kendaraan offisial dengan total 234 personel akan memeriahkan IOX 2023 PALA.

IOX 2023 PALA (Pagar Alam) direncanakan dimulai dari Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, pada 7 Mei dan selesai di Kota Kalianda, Lampung, pada 20 Mei.

IOX 2023 PALA merupakan event tahunan yang dimulai sedarii IOX 2012 Bukit Tinggi-Palembang, IOX 2013 Sabang-Medan, IOX 2014 Lahat-Monas, IOX 2015 Jakarta-Surabaya, IOX 2016 Yogya-Bali, IOX 2017 Kendari-Makassar, IOX 2019 Medan-Bukit Tinggi, IOX 2020 Maumere-Lombok, dan IOX 2021 Yogya-Malang.

Dari 54 peserta, terdapat 18 peserta baru yang merupakan calon anggota IOX. Di mana untuk bisa menjadi anggota IOX maka setiap calon anggota wajib mengikuti main event IOX dan berhasil finis. Bagi calon anggota IOX untuk bisa mengikuti main event diwajibkan mengikuti dan finis di event IOX lainnya.

Untuk IOX 2023 terdapat 10 peserta berstatus calon anggota baru yang telah lolos dari IOX Friends & Challenge 2022 Jawa Barat dan 8 peserta dari IOX Ultimate Challenge 2022 Riau.

“Dalam IOX 2023 PALA ini, peserta akan diuji kemampuan fisik, mental, dan kendaraan dengan warna khas orange-nya untuk menembus rute-rute super ekstrem di dua provinsi di Sumatera Selatan dan Lampung sekaligus menikmati wisata alam dan budayanya yang indah,” ujar Ketua Panitia IOX 2023 yang juga Wali Kota Pagar Alam Alpian Maskoni dalam rilis kepada detikSport.

Menurut Alpian yang juga peserta IOX 2023 PALA, tujuan dari ekspedisi offroad ini selain untuk menikmati alam dan budaya setempat, juga memperkenalkan Kota Pagar Alam sebagai satu satunya kota di dunia yang kebutuhan listriknya sepenuhnya dipenuhi dari Energi Baru Terbarukan.

Kebutuhan listrik Pagar Alam 7,8 MW dipenuhi dari PLTA dengan kapasitas 9,9 MW. Untuk mendukung program Green Energy, IOX akan turut membantu program penanaman pohon yang akan menjaga keunikan Kota Pagar Alam yang telah sukses melepaskan diri dari ketergantungan energi fosil.
Baca juga:

Perjalanan offroad super ekstrem sepanjang sekitar 689 kilometer dalam 14 hari itu tidak lagi dipimpin oleh Syamsir Alam yang meninggal pada 2022. Syamsir Alam merupakan salah satu pendiri Indonesia Offroad Federation (IOF).

Ketua Umum IOX, Sri Hascaryo, menilai IOX 2023 menjadi momentum penting peralihan generasi karena dia mengaku kesulitan mencari pengganti Syamsir Alam.

“Akhirnya seluruh pengurus IOX sepakat menunjuk Yudi Suganda menggantikan peran almarhum Syamsir Alam untuk menjadi track master” kata pria yang akrab disapa Yoyok itu.

Meski masih muda, Yudi Suganda telah memiliki jam terbang offroad yang tinggi dan telah mengikuti event IOX sejak edisi pertama. Yoyok dan Alpian bersyukur Yudi telah berhasil menyelesaikan survey dan menyiapkan trek dengan standard IOX, yaitu super ekstrem.

Peserta menghabiskan sekitar 70 persen waktu dari 14 hari penyelenggaraan IOX 2023 PALA di pegunungan, yang sebagian besar berketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut dan sisanya di dataran rendah. Untuk tingkat kesulitan trek adalah medium to high sesuai standard IOX.

“Trek akan sangat menarik dan menyenangkan karena akan melihat Gunung Dempo dengan hutan rimba yang belum pernah dimasuki kendaraan, pergi ke Danau Deduhup di Gunung Patah, ke Baturaja bermain lumpur dan air,” kata Yudi soal trek IOX 2023 PALA.

“Dengan trek seperti itu kerja sama Tim sangat penting. Kemampuan navigator dan mekanik akan sangat menentukan keberhasilan peserta keluar dari trek ganas tersebut mengingat risiko kerusakan kendaraan sangat tinggi,” ungkap Yudi.

(source : detik.com)

RELATED ARTICLES